Makna Tradisi Ceng Beng

Upacara Ceng Beng, atau Qing Ming (清明), adalah salah satu upacara tahunan etnis Tionghoa untuk melakukan sembahyang dan ziarah kubur sesuai dengan ajaran agama Khonghucu.

Upacara ini diadakan 2 pekan setelah Equinox musim semi, biasanya pada tanggal 4 atau 5 April setiap tahunnya. Ceng Beng juga dikenal sebagai Hari Semua Arwah, Festival Bersih Terang, Festival Ziarah Kuburan, Hari Menyapu Kuburan, dan Hari Peringatan Musim Semi.

Pada upacara ini, warga Tionghoa akan datang ke makam leluhur untuk membersihkan makam dan bersembahyang dengan membawa jamuan berupa nasi serta samsang atau daging hewan tiga alam yang berasal dari laut, darat, dan udara, teh, arak, dupa, kertas sembayang, aksesori, dan berbagai persembahan untuk nenek moyang.

Upacara Ceng Beng Dilakukan Oleh Setiap Anggota Keluarga

 

Perayaan Ceng Beng dilaksanakan untuk mengingat dan menghormati nenek moyang, berdasarkan ajaran Konfusianisme yang menekankan Xiao (孝), untuk berbakti pada orang tua dan menghormati leluhur, baik saat hidup maupun saat sudah tiada.

Selain upacara tahunan, upacara Ceng Beng merupakan wadah untuk mempererat silahturami keluarga. Keluarga dapat berkumpul bersama setiap tahunnya.

Dalam upacara Ceng Beng keluarga biasanya membawa makanan pesembahan, alat bersih-bersih makam, kertas perak, serta perlengkapan sembahyang (berupa lilin, dupa, kertas persembahan ,dll.).

Hal paling penting yang perlu diingat dalam melaksanakan upacara Ceng Beng adalah sikap kita. Ingatlah selalu bahwa tujuan dari upacara ini adalah untuk menghormati leluhur sebagai wujud ucapan terima kasih.

 

Selamat merayakan hari Ceng Beng!

Mari Berbicara!

Ingin bertanya atau mendapatkan penawaran terbaru? Isi data Anda dibawah, dan Marketing Executive kami akan segera menghubungi Anda